Laman

Minggu, 26 Desember 2010

HAMA PASCA PANEN YANG MENYERANG BIJI KOPI

HAMA PASCA PANEN YANG MENYERANG BIJI KOPI
Hypothenemus hampei (Ferrari), Bubuk buah kopi (Scolytidae)
Subsektor perkebunan merupakan penghasil komoditas ekspor yang menjadi salah satu sumber devisa penting bagi negara. Namun hal ini tidak semulus yang di harapkan karena Adanya gangguan dari organisme pengganggu tanaman (OPT) seringkali menjadi faktor penghalang produktivitas. Gangguan biasanya dimulai sejak tanaman di lapang hingga di penyimpanan. Untuk gangguan yang yang di alami pada masa penyimpanan,sering kita abaikan,namun hal ini dapat mempengaruhi tentang besar kecilnya keunutngan yang akan di hadapi pada saat pemasaran,salah satunya yaitu hama yang menyerang pada biji kopi yang sudah dipanen (mengalami masa simpan).

Gambar 1. Hypothenemus hampei
Bentuknya menyerupai anggota keluarga Bostrichidae, tetapi lebih bulat atau pendek. Kumbang dewasa berwarna hitam dengan sayap depan dan pronotum yang besar dan berduri pendek-pendek. Panjang tubuh kurang dari 2 mm yang jantan 1,2 mm dan yang betina 1,7 mm. Larva berwarna putih. Kumbang jantan tidak bersayap dan jarang terdapat dalam biji kopi. Terdapat di beberapa negara yang beriklim panas di seluruh dunia dimana terdapat budidaya kopi. Kumbang ini sebenarnya adalah hama atau bubuk buah kopi di lapang. Tetapi dalam keadaan tertentu setelah pemetikan buah kopi, kumbang masih dapat terus hidup sebagai hama pasca panen. Kehidupan pada pertanaman kopi menurut Kalshoven (1981) adalah sebagai berikut: Bubuk betina biasanya yang aktif merusak dan membuat liang gerek pada ujung kulit buah, kemudian membelok ke dalam salah satu bijinya. Mereka hanya bertelur pada buah-buah yang bijinya telah mengeras atau pada buah yang telah masak. Dalam biji kopi terdapat semacam rongga dimana telur-telur diletakkan. Dalam satu biji dapat diletakkan lebih dari sebutir telur. Produksi telur rata-rata 70 butir yang diletakkan dalam dua periode bertelur.

Gambar 2. Kumbang masuk ke dalam buah kopi pada saat buah masih di lahan,kumbang menaruh telur.
Pada periode telur yang pertama biasanya diletakkan telur lebih banyak daripada yang kedua. Setelah menetas, larva segera makan bagian biji dan meneruskan menggerek. Pada waktu menjelang kepompong dibuat liang gerek yang agak melebar dimana kelak akan ditempati oleh kepompongnya. Daur hidupnya tergantung pada tinggi tempat dimana tanaman kopi tumbuh, biasanya berkisar antara 20-36 hari. Perbandingan jantan:betina = 1:20. Di dalam gudang, bila bubuk tersebut masih dapat hidup biasanya hanya bertahan saja dan tidak dapat berkembang biak.

Gambar 3. Keadaan biji kopi yang telah terserang hama Hypothenemus hampei

Hal ini umumnya terjadi di pedesaan dimana para petani menyimpan biji-biji kopi tanpa penjemuran pengeringan sempurna. Di alam dikenal beberapa musuh alami, terutama yang berupa cendawan parasit. Misalnya: Botrytis stephanoderis dan Spicaria javanica. Juga semut merah yang buas (Dind mus) merupakan predator yang penting. Pernah dilakukan introduksi parasit larva Prorops nasuta Walt. Dan Heterospilus coffeic la Schon. Dari Afrika ke Jawa; namun keduanya tidak mau menetap.
CARA PENGENDALIAN
Cara pengendalian yang aman adalah menggunakan predator hama tersebut. Serangga ini mempunyai tiga jenis musuh alami yang penting yaitu Prorops nasuta, Heterospilus coffeicola, dan Cephalonomia stephanoder
a. Prorops nasuta
Adalah serangga yang berwarna coklat kehitaman dengan antenna dan kaki berwarna coklat muda. Serangga ini berasal dari afrika. Beberapa ribu Prorops nasuta dewasa dilepaskan di kebun kopi, tetapi spesies ini tidak dapat berfungsi sebagai pengendali yang efektif karena tidak dapat meneruskan perkembangannya.
b. Heterospilus coffeicola
Serangga ini juga di import ke jawa, akan tetapi tampaknya kecil sekali kemungkinan sebagai pengendali yang efektif. Hal ini di sebabkan karena serangga dewasanya hidup bebas, sukar di biakkan di laboratorium dan membutuhkan buah yang terserang secara berturut-turut unutk mempertahankan hidupnya.
c. Cephalonomia stephanoderis
Merupakan parasit penting hama ini. Hampir 50% Hypothenemus hampei yang terdapat dalam biji hitam terparasit. Larvanya merupakan ectoparasit pada larva instant terakhir. Parasit ini mempunyai kemampuan yang besar dalam menurunkan populasi hama ini. Cephalonomia stephanoderis ini belum pernah di introduksi di Negara-negara untuk tujuan pengendalian hayati, tetapi di harapkan dan tampaknya memperlihatkan potensi untuk tujuan tersebut.
Selain ketiga serangga parasit dan predator tersebut, juga terdapat musuh alami berupa jamur yang pernah menyerang Hypothenemus hampei yaitu Brotrytis stephanoderis Bally, dan Specaris javanica Bally. Jamur-jamur ini biasanya di temukan pada larva Hypothenemus hampei, tetapi dapat pula membunuh imagonya dalam waktu yang singkat. Akan tatepi kelemahannya adalah jamur-jamur ini tidak dapat menyebar lebih jauh dari tempat infeksinya dan dapat menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Jamur ini tidak efektif pada musim kemarau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar