Laman

Jumat, 03 Juni 2011

PROSPEK AGROLANDSCAPE PERTANIAN BERKELANJUTAN

Prospek-prospek pengelolaan landscape dalam program pembangunan pertanian berkelanjutan.
Sejak awal 1980-an bertepatan dengan dikeluarkannya dokumen Strategi Konservasi Bumi (Eearth Conservation Strategy) oleh IUCN (international Union for the Conservation of Nature), telah banyak dirnunculkan berbagai definisi tentang pernbangunan berkelanjutan oleh para pakar maupun organisasi keilmuan. Narnun, definisi yang secara urnurn diterima oleh masyarakat internasional adalah definisi yang disusun oleh Brundtland Commission, yakni: "Pembangunan Berkelanjutan adalah pembangunan untuk mernenuhi kebutuhan saat ini, tanpa rnenurunkan atau merusak kernampuan generasi rnendatang untuk rnernenuhi kebutuhan hidupnya" (WCED, 1987).
Dari pernyataan di atas mengenai pertanian berkelanjutan ada beberapa factor yang harus diperhatikan dan benar benar mendasar, yaitu suatu kegiatan pernbangunan (termasuk pertanian atau agribisnis) dinyatakan berkelanjutan jika kegiatan tersebut secara ekonornis, ekologis, dan sosial bersifat berkelanjutan (Serageldin, 1996). Berkelanjutan secara ekonomis berarti bahwa suatu kegiatan pembangunan harus dapat membuahkan pertumbuhan ekonomi, dan penggunaan sumberdaya serta lnvestasi secara efisien. Berkelanjutan secara ekologis mengandung arti, bahwa kegiatan termaksud harus dapat mempertahankan integritas ekosistern, rnernelihara daya dukung lingkungan, dan konservasi sumberdaya alam termasuk keanekaragaman hayati (biodiversity). Sementara itu, keberlanjutan secara sosial mensyaratkan bahwa suatu kegiatan pernbangunan hendaknya dapat menciptakan pemerataan hasil-hasil pernbangunan, mobilitas. sosial, kohesi sosial, partisipasi masyarakat, pernberdayaan masyarakat, identitas sosial, dan pengembang an kelembagaan.
Namun dalam pengelolaan landscape mengenai program pertanian berkelanjutan tidak hanya mementingkan ke tiga factor di atas (Ekonomi, Ekologi dan Sosial namun juga mementingkan adanya Estetika (Keindahaan) yang mendasar, karena di masa sekarang keindahan merupakan kebutuhan bagi orang-orang tertentu, seseorang tidak hanya melihat sdersuatu dari aspek Ekonomi, Ekologi dan Sosial saja, melainkan juga melihat adanya suatu keindaha dalam pertanian berkelanjutan.

Sumber :
Serageldin, I., 1996. Sustainability and the Wealth of Nations : First Steps in an Ongoing Journey. ESD Series No. 5.
WCED, 1987. Our Common Future. Oxford Univ. Press. New York.

Model pengelolaan kampus Universitas Jember yang berwawasan Landscape ekologis sama seperti pada program pembangunan pertanian berkelanjutan dengan pengelolaan landscape yaitu harus memperhatikan aspek Ekonomi, Ekologi, Sosial, dan Estetika dari aspek–aspek tersebut harus terpenuhi. Suatu misal kaitannya dengan Ekonomi yaitu harus dapat menghasilkan. Di Universitas Jember sudah tersediaadnya lahan tempat bereksperimen seperti di lahan Agroteknopark, di sana sebaiknya dapat menghasilkan suatu yang dapat dimanfaatkan dan mempunyai nilai ekonomi, misalnya hasil dari penelitian yang sudah tidak dimanfaatkan atau setelah panen hasilnya dapat di jual dan menghasilkan kaitannya dalam aspek ekonomi. Kemudian pada aspek ekologi, yaitu keberlangsungan dan kelestarian lingkungan hidup hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana melestarikan lingkungan secara berkelanjutan untuk generasi yang akan datang, misalnya dalam hal melestarikan tanaman-tanaman yang masih tersisa yang bisa di katakan sudah langka dan selalu mengkondisikan lingkungan kampus tetap teduh dan nyaman. Kemudian memperhatikan adanya tata air yang baik sehingga tidak menyebabkan terjadinya kelebihan atau kekurangan air. Dalam aspek sosial yaitu mengenai masyarakat sekitar kampus yang biasanya dari penduduk sekitar ingin menikmati apa yang ada di area kampus, yaitu menyediakan beberapa tanaman atau buah-buahan yang bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar tanpa mengganggu aktifitas kegiatan kampus dan masyarakat juga di beri pengertian dan arahan dan aspek estetika merupakan aspek yang penting di area kampus, karena aspek ini merupakan sarana untuk refresing bagi para penduduk lingkungan kampus (Mahasiswa) dapat menghilangkan kepenatan karena aktifitas proses belajar mengajar, dengan adanya Nilai estetika pada pengelolaan kampus sehingga membuat mahasiswa merasa nyaman dan kerasan berada di kampus.
Dari uraian di atas dapat di ambil suatu kesimpulan bahwa semua aspek yang ada diatas merupakan aspek yang tidak dapat di pisahkan dan berdiri sendiri, suatu lahan atau area dikatakan baik dan berkelanjutan yang berwawasan landscape ekologi harus memenuhi ke-4 aspek tersebut apabila tidak maka masih belum bisa di katakan berkelanjutan yang berwawasan landscape ekologis.

kunci-kunci mengapa suatu landscape ekologi dapat mengurangi erosi tanah.
Suatu landscape dapat mengurangi dampak erosi tanah landscape ekologi adalah kegiatan dimana tidak hanya memperhatikan atau pandangan tentang adanya nilai –nilai keuntungan saja namun juga memperhatikan nilai kelestarian ekologinya, misalnya dalam hal mempertahankan agar tidak terjadinya erosi atau longsor, erosi sendiri di sebabkan oleh erosi yang di akibatkan oleh air maupun juga disebabkan oleh angin suatu cara yang dapat di tawarkan mengenai hal ini adalah tetap mempertahankan cover crope yang ada di area lahan dengan tujuan agar tidak terjadi adanya erosi (perngikisan air) ataupun juga pengikisan yang disebabkan oleh adanya angin dengan mempertahankan tanaman yang berada di atas tanah maka dengan demikian tingkat erosi dapat di minimalisir. Di samping memperhatikan kelestarian tanaman penutup disini juga memperhatikan tata air secara seperti pengaturan drainase maupun saluran irigasi. Dengan beberapa aspek tersaebut maka tingkat erosi dapat
Dengan selalu melestarikan cover crope maka erosi dapat di minimalisir, alasanya adalah karena dengan adanya tanaman penutup maka air yang jatuh maupun air yang mengalir tidak langsung mengenai bagian tanah namun masih melewati atau mengenai daun tanaman (cover crope). Dengan begitu air yang jatuh tidak begitu keras sehingga dapat memininalisir dampak erosi yang di akibatkan oleh air. Dengan adanya landscape ekologi yang salah satu prinsipnya mementingkan adanya kelestarian lingkungan kaitannya dengan ekologi, maka erosi dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar